STRUKTUR KURIKULUM DAN PENGATURAN BEBAN BELAJAR

STRUKTUR KURIKULUM DAN PENGATURAN BEBAN BELAJAR
          

Struktur Kurikulum yang digunakan MTs merujuk pada Permen Diknas no.22 tahun 2006. Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa struktur kurikulum MTs meliputi substansi pembelajaran ysng ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX.

Pengaturan struktur kurikulum dan beban belajar di madrasah Tsanawiyah antara lain sekurang-kurangnya menunjukkan; (1) Struktur kurikulum memuat sejumlah mata pelajaran, muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri sesuai dengan jenjang pendidikan; (2) Struktur kurikulum mencerminkan pencapaian visi, misi dan tujuan madrasah; (3)   Struktur kurikulum menunjukkan kelas; (4) Struktur kurikulum memuat mata pelajaran yang dipersyaratkan oleh standar nasional; (5) Struktur kurikulum menggambarkan alokasi waktu setiap semester; (6) Struktur kurikulum memiliki waktu belajar lebih besar dari standar nasional; (7) Struktur kurikulum menggambarkan perubahan yang dilakukan dalam alokasi waktu pada setiap semester dibandingkan standar nasional; (8) Struktur kurikulum memberikan keterangan tentang berbagai perubahan yang dilakukan; (9) Beban belajar mengacu pada permendiknas dan surat edaran Dirjen Pendidikan Islam; (10) Alokasi waktu yang ditetapkan mampu mencapai standar kompetensi lulusan; (11) Penambahan alokasi waktu disesuaikan dengan kondisi madrasah; (12) Beban belajar mencerminkan pencapaian visi, misi dan tujuan madrasah.

Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.

1.      Struktur kurikulum MTs terdiri atas tiga komponen , yakni komponen mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Komponen mata pelajaran dikembangkan berdasarkan atas lima kelompok mata pelajaran, yaitu:

a.       Kelompok mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia

b.      Kelompok mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian

c.       Kelompok mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

d.      Kelompok mata Pelajaran Estetika

e.       Kelompok mata Pelajaran Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
2.      Struktur kurikulum MTs meliputi substanti pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 3 (tiga) tahun, yakni mulai kelas VII sampai dengan kelas IX, Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.

   1. Kurikulum SMP memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri, sedangkan kurikulum MTs memuat 11 mata pelajaran ditambah mata pelajaran Bahasa Arab.
   2. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh suatu pendidikan.
   3. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi MTs. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor , guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengambangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
   4. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada MTs merupakan “IPA terpadu” dan “IPS terpadu”.
   5. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera ke dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Sehubungan dengan ini, MTs misalnya menambah 2 jam pembelajaran untuk Pendidikan Agama Islam dan 2 jam pembelajaran untuk Bahasa Arab.
   6. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
   7. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

MUATAN LOKAL



Muatan lokal dimaksudkan untuk mengembangkan potensi daerah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah. Selain itu muatan lokal ini sebagai upaya pelestarian bahasa daerah yang berbasiskan kebudayaan dan kesenian pada daerah di mana madrasah itu berkembang.

Pengembangan muatan lokal sekurang-kurangnya menujukkan antara lain (1) Pengembangan macam-macam muatan lokal mencerminkan pencapaian visi, misi dan tujuan madrasah; (2) Macam-macam muatan lokal mencerminkan pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah dan madrasah; (3) Menggambarkan rasional tentang pentingnya muatan lokal tersebut terhadap daya saing madrasah; (4) Menjelaskan bahwa sumberdaya yang ada di madrasah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan muatan lokal tersebut; (5) Ada kejelasan rumusan SKL, SK dan KD dari macam-macam muatan lokal yang dikembangkan; (6) Memaparkan silabus muatan lokal yang diselenggarakan; (7) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya.

Muatan lokal disajikan dalam bentuk mata pelajaran, sehingga harus memiliki kompetensi mata pelajaran, standar kompetensi dan kompetensi dasar. Berikut disajikan beberapa contoh kompetensi muatan lokal.

 B.     SILABUS MUATAN LOKAL





Komponen silabus memuat:

a)      Identitas Madrasah,

b)      Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar,

c)      Materi Pembelajaran,

d)     Indikator,

e)      Kegiatan Pembelajaran,

f)       Alokasi Waktu,

g)      Penilaian, dan

h)      Sumber Belajar.

Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Silabus akan dikaji dan dikembangkan  secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.
Title : STRUKTUR KURIKULUM DAN PENGATURAN BEBAN BELAJAR
Description : STRUKTUR KURIKULUM DAN PENGATURAN BEBAN BELAJAR            Struktur Kurikulum yang digunakan MTs merujuk pada Permen Diknas no.22 tahun 2006...

0 Response to "STRUKTUR KURIKULUM DAN PENGATURAN BEBAN BELAJAR"

Poskan Komentar

Follow by Email

Google+ Badge